Jawaban sultan Brunai telak membungkam kelompok pengkritik yang sok membela HAM

Jawaban sultan Brunai telak membungkam kelompok pengkritik ditegakanya syariat Islam di bumi yang kaya minyak itu.


Penerapan syariat islam oleh Sultan Hasanal Bolkiah menimbulkan banyak kecaman dari berbagai belahan dunia yang anti Islam. Bahkan selebritis ikut-ikutan. Selang beberapa hari setelah penetapan muncul kritik. Sultan belum menjawab kritikan yang datang. Pada saat telah tiba untuk menjawab Sang raja memberikan jawaban yang menyebabkan kalangan yang menolak Islam kebakaran jenggot ( maaf mungkin bukan kebakaran jenggot soalnya orang-orang yang benci Islam biasanya tidak piara jenggot) lalu kebakaran apa dong? Mungking kebakaran bulu-bulu………………………..



Jawaban cerdas yang membalikan logika berpikir para pengkritik. Sebuah argumentasi yang telak membungkam seribu bahasa mulut-mulut mereka. Suhanalloh , sungguh cerdas sang Sultan, maka pantas diam menjadi raja. Jawaban logika yang bagi mereka lebih diterima dari pada dalil yang diberikan oleh Sultan ternyata diluar dugaan mereka. Pola pikir mereka yang pongah seperti kena Uppercut dan Hook yang mematikan sehingga mereka langsung KO sebelum menyelesaikan satu ronde bahkan bel ronde belum berbunyi.


BELUM lama Brunei Darussalam menerapkan hukum syariat Islam, beberapa kalangan langsung menyatakan penolakan. Tak terkecuali selebritas dan pengusaha kelas dunia. Mereka dilaporkan ramai-ramai melakukan aksi boikot. Salah satunya adalah sebuah yayasan feminis yang berkantor di AS juga ikut serta dalam aksi tersebut.

Tidak cukup hanya itu, para pengusaha dunia, selebriti, dan tak ketinggalan media-media Barat juga turut mengecam keputusan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Lantas, bagaimana tanggapan dari Brunei, atau Sultan Brunei terkait hal ini?

“Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda dan cara hidup Anda. Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,” tegas Sultan Hassanal hari Kamis (8/5/2014).

“Kita bisa menemukan kelemahan pada hukum dan keadilan dan Anda mungkin bisa menemukan hal tersebut ada pada diri kami, namun ini adalah negara kami. Seperti halnya Anda yang mempraktikkan hak menjadi gay, mencaci-maki agama dan sebagainya. Untuk negara kami, kami mempraktikkan hak kami untuk menjadi Muslim sekarang dan selamanya. Ini adalah negara Islam yang mempraktikkan hukum Islam,” ujar Sultan.

“Mengapa Anda harus mengkhawatirkan kami? Mengapa Anda tidak mengkhawatirkan anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah, atau penjara yang tak mampu lagi menampung banyaknya narapidana, atau tingginya tingkat kriminal, atau tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, dan segala hal yang harusnya Anda khawatirkan di negara Anda? Sebagian besar agama juga mengecam homoseksual, itu bukan hal yang baru. Anda menyalahkan dan memboikot Muslim saat Anda mendengar Islam dan Muslim menyatakan kepercayaannya. Anda menyatakan bahwa itu keliru, itu bodoh, itu barbar,” tandas Sultan berapi-api.

“Sekali lagi, kembalilah pada diri Anda sendiri yang seharusnya Anda khawatirkan! Khawatirkan kebijakan Anda tentang legalisasi senjata api, aborsi, dan gaya hidup yang menyebabkan AIDS dan terputusnya generasi selanjutnya,” tambahnya.

“Mengapa Anda sangat perhatian sekali terhadap apa yang terjadi di sini dalam negara Islam yang Anda bahkan tidak membuka mata Anda terhadap apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, Mesir dan sebagainya? Ribuan orang terbunuh dan Anda tidak peduli sama sekali! Tidak ada satupun orang yang terbunuh disini di bawah hukum Islam ini. Bahkan saat ini Anda membuat omong kosong besar tentang Syariah Islam di negara kami, padahal saat ini penduduk kami mau menerima pemberlakuan Syariah Islam itu dengan damai.

“Kalaupun adanya hukuman yang mungkin lebih kejam dari sistem Islam bukan berarti hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan. Ada proses panjang sebelum eksekusi hukuman. Kami setuju saja dan kami senang dengan hal tersebut, namun, sekali lagi, mengapa Anda perlu mengkhawatirkan kami? Khawatirkan diri Anda sendiri,” demikian Sultan. [mynewshub]

0 Response to "Jawaban sultan Brunai telak membungkam kelompok pengkritik yang sok membela HAM"

Posting Komentar

Sponsor

Sponsor

pop

all posts